Cara Membaca Hasil Tes Darah Lengkap untuk Mendeteksi Penyakit
Dipublikasikan

Pemeriksaan laboratorium umumnya dilakukan untuk menegakkan diagnosis dan memastikan kondisi kesehatan Anda. Hasilnya akan dijelaskan oleh dokter — tetapi wajar jika Anda ingin memahami sendiri angka-angka di lembar hasil yang tampak rumit itu. Berikut panduan membaca hasil laboratorium yang umum diperiksa.
Catatan penting: nilai rujukan bisa berbeda antar laboratorium, tergantung metode dan alat yang digunakan. Selalu gunakan rentang rujukan yang tercantum di lembar hasil Anda, dan konsultasikan dengan dokter untuk kesimpulan akhir.
1. Darah lengkap (trombosit, leukosit, hemoglobin)
Pemeriksaan darah lengkap menghitung komponen utama darah dan sering menjadi dasar pemeriksaan hematologi.
- Trombosit — nilai normal sekitar 150.000–400.000 /µL. Trombosit rendah dijumpai misalnya pada demam berdarah.
- Leukosit (sel darah putih) — nilai normal sekitar 5.000–10.000 /µL. Nilai yang jauh di atas normal bisa menandakan infeksi atau kelainan sel darah putih.
- Hemoglobin (Hb) — nilai normal sekitar 13–17 g/dL untuk pria dan 12–15 g/dL untuk wanita. Hemoglobin di bawah normal menandakan anemia.
2. SGOT dan SGPT
SGOT (AST) adalah enzim yang ditemukan di banyak organ — jantung, hati, ginjal, otot, dan otak — sehingga nilainya yang tinggi belum tentu menunjuk ke masalah hati. SGPT (ALT) lebih terkonsentrasi di organ hati, sehingga menjadi indikator gangguan hati yang lebih spesifik.
- SGPT — nilai normal sekitar 0–55 U/L.
- SGOT — nilai normal sekitar 5–34 U/L.
3. Kreatinin dan ureum
Keduanya menggambarkan kemampuan penyaringan ginjal. Peningkatan kreatinin dan ureum umum dijumpai pada gangguan ginjal.
- Kreatinin — nilai normal sekitar 0,70–1,30 mg/dL.
- Ureum — nilai normal sekitar 19–44 mg/dL.
4. Albumin dan globulin
Keduanya adalah protein darah. Albumin yang rendah bisa menjadi tanda berbagai kondisi, di antaranya gangguan hati; gangguan ginjal juga dapat menurunkan albumin karena protein ikut terbuang lewat urine.
- Albumin — nilai normal sekitar 3,8–5,0 g%.
- Globulin — nilai normal sekitar 2,3–3,2 g%.
5. Gula darah sewaktu (GDS)
GDS adalah skrining awal diabetes. Kadar 200 mg/dL atau lebih mengarah ke diabetes — tetapi satu angka tinggi belum tentu berarti diabetes; diperlukan pemeriksaan lanjutan seperti HbA1c atau gula darah dua jam setelah makan untuk memastikannya.
6. Tes urine
Urinalisis membantu mendiagnosis infeksi saluran kemih, gangguan hati, gangguan ginjal, hingga kehamilan. Pada uji dipstick, strip menunjukkan kadar protein, keasaman, bilirubin, glukosa, serta sel darah. Protein urine di atas 150 mg per hari bisa menjadi tanda masalah ginjal.
7. Profil kolesterol
- Trigliserida — cadangan lemak tubuh; sebaiknya di bawah 150 mg/dL.
- HDL ("kolesterol baik") — sebaiknya di atas 40 mg/dL.
- LDL ("kolesterol jahat") — sebaiknya di bawah 100 mg/dL.
- Kolesterol total — normal di bawah 200 mg/dL; 200 mg/dL ke atas tergolong tinggi.
Dengan memahami arti tiap parameter, lembar hasil lab tidak lagi terasa seperti deretan angka misterius. Di Plebo App, setiap hasil pemeriksaan juga dilengkapi interpretasi dokter — jadi Anda tidak perlu menebak-nebak sendiri.
Artikel ini bersifat edukasi dan bukan pengganti konsultasi medis. Untuk keluhan atau hasil pemeriksaan yang perlu ditindaklanjuti, konsultasikan dengan dokter.
Ingin cek kesehatan Anda?
Tes darah dari rumah bersama phlebotomist bersertifikasi, atau kunjungi lab jaringan Plebo.
Kenali Plebo App

